Agustus dan The Dance
Agustus,
ada kesan mendalam yang selalu aku ingat pada bulan ini. Bulan agustus tahun 2000, memberikan bekas yang sangat dalam di hati. Mungkin tidak akan hilang dari memori (kecuali kalo nanti ternyata aku pikun ato mengalami insomnia).
Dia saat itu sedang menyelesaikan studi S2-nya di Universitas Malaysia. Usianya dua tahun lebih tua. Memang lebih dewasa, tapi mungkin justru itu yang membuatku begitu comfortable bersamanya. Sosoknya yang wise, berwawasan luas, pendengar yang baik, dan kadang-kadang sedikit konyol benar-benar mengguncang hatiku.
Seorang gadis yang tak perlu aku sebutkan namanya di sini, memberikan warna lain buat hidupku. Kita sharing hati, pikiran, dan perasaan. Saling membutuhkan. Saling berbagi senyum dan tangis.
Kami bertemu dan kenal secara virtual dan berlanjut hingga hampir setiap hari tak pernah terlewatkan untuk bertemu secara online. Sampai suatu saat dia kembali ke Indonesia dan kemudian menikah dengan tunangannya. Hatiku hancur.
Saat ini aku sedang mendengarkan lagu kesayangan kita, 'The Dance' by Dave Koz. Tiba-tiba memori ini terlintas lagi di kepala dan hatiku.
Oh girl, wherever you are, wish all the best for you. Aku akan bersyukur seandainya aku bisa melihatmu bahagia. Hope we can meet again, walaupun mungkin di alam berikutnya.
ada kesan mendalam yang selalu aku ingat pada bulan ini. Bulan agustus tahun 2000, memberikan bekas yang sangat dalam di hati. Mungkin tidak akan hilang dari memori (kecuali kalo nanti ternyata aku pikun ato mengalami insomnia).
Dia saat itu sedang menyelesaikan studi S2-nya di Universitas Malaysia. Usianya dua tahun lebih tua. Memang lebih dewasa, tapi mungkin justru itu yang membuatku begitu comfortable bersamanya. Sosoknya yang wise, berwawasan luas, pendengar yang baik, dan kadang-kadang sedikit konyol benar-benar mengguncang hatiku.
Seorang gadis yang tak perlu aku sebutkan namanya di sini, memberikan warna lain buat hidupku. Kita sharing hati, pikiran, dan perasaan. Saling membutuhkan. Saling berbagi senyum dan tangis.
Kami bertemu dan kenal secara virtual dan berlanjut hingga hampir setiap hari tak pernah terlewatkan untuk bertemu secara online. Sampai suatu saat dia kembali ke Indonesia dan kemudian menikah dengan tunangannya. Hatiku hancur.
Saat ini aku sedang mendengarkan lagu kesayangan kita, 'The Dance' by Dave Koz. Tiba-tiba memori ini terlintas lagi di kepala dan hatiku.
Oh girl, wherever you are, wish all the best for you. Aku akan bersyukur seandainya aku bisa melihatmu bahagia. Hope we can meet again, walaupun mungkin di alam berikutnya.